Dyah Ayu Prameswariningtyas Zulkarnaen

Doc : Ayu Zulkarnaen
Cewek kelahiran Jember, 1997 ini bernama Dyah Ayu Prameswariningtyas Zulkarnaen yang akrab dipanggil Ayu. Ayu lahir dikeluarga pengajar,Yuli Feri Widyawati adalah seorang guru disekolah yang berada disekitaran Jember.

Sepasang suami istri Yudhi Zulkarnaen dan Yuli Feri Widyawati, keluarga Zulkarnaen dikaruniai dua orang anak perempuan dan laki-laki. Ayu yang menjadi anak mbarep memiliki adik seoarang laki-laki bernama Rizky Zulkarnaen.

Sama seperti sebelum-sebelumnya aku mengenal teman aku yang satu ini juga dari media sosial facebook dibulan September 2013 lalu. Intraksi yang lumayan sering dilakukan walau sebatas Like foto menjadikan aku dan Ayu semakin akrab, tatkala aku tahu kalau Ayu teman Yudha, teman yang beberapa kalai hunting foto bareng.

Perjumpaan pertma aku dengan siswa SEMANA ini disebuah usaha kecil yang berada dipusat Kecamatan Jenggawah. Ya. Jenewa, begitu sebutan keren untuk kecamatan ini.

Aku duduk dikursi kecil dan meja persegi empat yang pada ujung-ujungnya sudah pencos agar tak lagi tajam. Ketika itu Ayu berbaju kuning dengan celemek yang masih dia pakai. Benar. Aku sedang duduk santai diusaha milik keluarga Zulkarnaen, dan Ayu sedang batu-bantu diruko saat aku bertemu.

Pertemuan yang kurang essip memang, karena Ayu diganggu kesibukannya untuk menjumpai aku beberapa saat.

Aku kesana untuk meminjaminya buku. Novel ringan yang aku dapat pinjam dari Mbak Prit. Novel ini aku pinjamkan ke Ayu karena dia sedang ingin menulis. Disaat yang sama aku juga dikenalkan dengan adiknya, adik Ayu punya keinginan besar untuk menjadi novelis, sampai aku bingung harus ngasi arahan yang seperti apa untuknya.

Tentu. Itu karena aku juga masih mbambung soal menulis.

Saat pertanyaan aku yang sedikit menyingung tentang nama usaha yang memiliki konotasi negatif, Ayu sedikit menjelaskan tentang kenapa memilih nama KAMPEZ untuk nama usahanya tersebut.

Kampez memang nama biasa, namun dikalangan anak-anak muda sekitaran Malang hingga Jember memiliki arti yang kurang menarik dan terkesan jorok.

"Sebenarnya yang punya ide nama itu Papa, nama itu juga awal muncul karna kepepet mau bikin banner tapi masih gak punya nama. Akhirnya muncul nama 'Kampung Es' yang disingkat jadi 'KampeZ'. Huruf  S diganti dengan huruf Z. Huruf Z iambil dari inisial keluarga 'Zulkarnaen'. Ketika itu keluarga gak ada yang ngerti mas kalau punya arti yang gak enak itu." Begitu Ayu memberiku penjelasan tentang usaha keluarga ini.

Ejekan saat awal-awal pemberian nama memang dialami oleh Ayu, tapi karena rasa Es yang dibuat mengalahkan rasa bahagia saat mengejek, para pengejek mulai melupakan ejekan-ejekan tadi dan memilih menikmati Es yang resepnya hasil beberapa kali uji coba ini.

Ayu bersama keluarga membangun usaha sejak bulan Maret, 2014. Konon usaha Es Cappucino Cincau (Capcin) ini adalah yang pertama  dijajakan dikota Jember.

Keren Bukan.....!!!

Kabar itu juga menurut Ayu...hehehe

Gak apa-apa sebuah klaim akan menjadikan usaha itu semakan melesat jika Rasa, Porsi, dan Pelayanan dijaga dengan baik. Kalau bahasa pabriknya itu Quality Always.

Ayu memiliki kesamaan dengan aku, sama-sama susah untuk urusan pelajaran matematika, dan bocorannya, aku juga sulit untuk menghitung perkalian jika tidak menggunkan alat bantu kalkulator untuk saat ini.

Modal usaha memang tidak sedikit, namun dengan batuan keluarga, Ayu dapat membangun usaha dan berjalan hingga sekarang. Sepulang sekolah ayu menggantikan Papanya untuk mengelola. Tentu, keluarga selalu mengingatkan Ayu untuk tidak lupa dengan belajar meski semua usaha ini berasal dan tumbuh berkat Ayu.

Ayu memang masih muda, dia masih duduk dikelas tiga SMA, kelas yang mulai panik dan parno karena Ujian Nasional (UN), namun kerja kerasnya patut dicontoh.

Penutup.

Sebelum aku menuliskan ini, aku bertanya satu hal pada Ayu.
Apa cita-cita sederhana Ayu?

"Cita-cita ada banyak mas, yang jelas aku pingin bisa bermanfaat untuk orang lain. Membangun sekolah yang menuntut anak-anaknya lebih kreatif , berani terjun langsung dalam dunia wirausaha. Bukan menjadikan anak terlalu sibuk menghitung, menghafal rumus-rumus, dan bukan menjadi sekolah sebagai penyalur tenaga kerja." 


Salam hangat selalu. Vj Lie

1 komentar:

Unknown mengatakan...

salute deh

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2014 Tretan Sadejeh by Vj Lie